Property

Waspadai Sindrom Penyakit Bangunan

Perasaan tidak nyaman yang timbul saat Anda berada di suatu bangunan, tidak bisa dianggap enteng. Itu adalah tanda-tanda gejala dari sindrom penyakit bangunan.

Munculnya penyakit flu burung (avian influenza) akhir-akhir ini menimbulkan ketakutan di masyarakat. Sebelumnya, tahun 2003, masyarakat telah dikejutkan dengan merebaknya wabah sindrom pernapasan akut parah (SARS), yang diindikasikan akan muncul kembali (Kompas, 29 Januari 2004, kasus ditemukan di Taiwan ?????). Namun selain penyakit yang disebabkan oleh virus, ada gangguan lain yang perlu Anda waspadai, yaitu sindrom yang disebabkan oleh bangunan.

Anda mungkin masih asing dengan istilah sindrom penyakit bangunan atau sick building syndrome. Namun sindrom ini sebenarnya berkaitan dengan kejadian yang Anda jumpai setiap harinya dilingkungan sekitar Anda.  Di rumah, sekolah, kantor, pasar, maupun di ruang publik lainnya, Anda bisa berhubungan dengan sindrom ini.

Sindrom penyakit bangunan adalah suatu gejala yang timbul dan mengakibatkan gangguan kesehatan akut bagi para penghuni bangunan. Timbulnya perasaan cemas yang tinggi (phobia), tidak nyaman, dan berbagai keluhan lainnya adalah beberapa gejala sindrom penyakit bangunan. Biasanya keluhan yang muncul adalah seperti sakit kepala, sakit mata, panas atau demam, gangguan pernapasan (sesak napas), batuk, bersin, dan iritasi kulit.

Penyebab Sindrom Penyakit Bangunan

Dapat diindikasikan bahwa perencanaan awal (desain awal) suatu bangunan merupakan penyebab pertama munculnya sindrom ini. Kurang tepatnya seorang arsitek dalam mendesain suatu bangunan dapat diidentifikasi dari desain tata ruang bangunan, sirkulasi udara dan cahaya, drainase/saluran lingkungan, pemilihan material bangunan, serta pelaksanaan konstruksinya.

Dampak paling parah yang dapat ditimbulkan oleh sindrom ini adalah kematian si penghuni gedung. Dari hasil survei Departemen Kesehatan tahun 2003, ditemukan bahwa penghuni gedung (rumah, perkantoran, hotel, dan lain-lain) di Jakarta, 20% positif terkena kuman legionella dan 90% terkena darah vena, yang bisa menyebabkan berbagai macam penyakit, seperti asma, batuk kering, iritasi kulit dan tenggorokan. Legionella dan darah vena adalah…????

Sesungguhnya, pertimbangan segi kesehatan pada perencanaan bangunan gedung sudah ada undang-undangnya, yaitu UU No. 28 tahun 2003 (dan sebelumnya) tentang bangunan. Undang-undang ini mengharuskan adanya perpaduan atau pengintegrasian segi kesehatan dan lingkungan ke dalam segi rancang bangun (engineering), supaya resiko kesehatan penghuni bangunan dapat dihilangkan atau paling tidak diminimalkan.

Kesalahan pemilihan material/bahan bangunan adalah faktor yang vital, karena dapat “meracuni” penghuni bangunan. Adapun material bangunan yang berbahaya bagi kesehatan, misalnya atap asbes, seng/timbal, pelapis kayu, kayu olahan (serbuk kayu), karpet, serta wallpaper. Kesalahan pemilihan material tersebut dapat mengakibatkan demam, gangguan pernapasan, demam pontiac, legionnaire, dehidrasi, stress, kecemasan yang tinggi, batuk, dan asma.

Selain faktor di atas, masalah lingkungan pun mempengaruhi dan menyebabkan sindrom ini. Udara tidak bersih yang disebabkan oleh polusi asap kendaraan bermotor, pabrik, dan dapur, serta kurangnya sirkulasi udara ke dalam gedung, pencahayaan yang tidak baik, semua itu berkaitan erat dengan desain tata ruang. Saat desain belum terbangun, memang belum terasa akibat dari kesalahan desain tersebut. Namun setelah bangunan ditempati, maka akan mulai terasa ketidaknyamanan saat berada di dalam bangunan tersebut.

Faktor berikutnya adalah kualitas pelaksanaan konstruksi, yang dinilai dari spesifikasi pelaksanaan terhadap gambar (as build drawing), pencurian volume pekerjaan konstruksi, kekuataan (garansi) struktur, penggunaan mutu material yang kurang dari standar yang telah ditentukan, semua hal ini dapat menyebabkan “neraka” bagi penghuni.

Upaya Pencegahan

Melihat tingkat aktivitas hidup manusia banyak dilakukan di dalam bangunan (tempat tinggal dan bekerja), maka perlu diambil langkah sedini mungkin agar penghuni bangunan tersebut terhindar dari sindrom ini. Adapun langkah-langkah yang dapat ditempuh adalah sebagai berikut.

– Merencanakan desain arsitektur bangunan yang baik dan sehat, dengan tata ruang yang benar (ruang gerak minimal 4 m2/orang) dan menyisakan ruang terbuka 1/4 sampai dengan 1/3 luas tanah.

– Pelaksanaan konstruksi bangunan dengan benar sesuai spesifikasi pekerjaan yang telah ditentukan, yaitu menurut bestek/gambar kerja (as build drawing) dan penggunan material bangunan yang berkualitas dan ramah lingkungan.

– Penataan lingkungan yang baik, salah satunya dengan pembuatan taman kompleks untuk “paru-paru” kompleks agar polusi yang ada dapat diredam oleh tanaman-tanaman tersebut. Serta jangan lupa untuk menjaga kebersihan.

– Pemeliharaan bangunan secara rutin, seperti pengecatan ulang secara berkala, memperbaiki segera atap yang bocor dan tembok retak. Jika lingkungan sekitar Anda diduga mengandung rayap, segera pasang anti rayap.

– Perawatan sanitasi, drainase, dan perbaikan kualitas air. Khusus para ibu rumah tangga, hindari penggunaan bahan pembersih yang mengandung volatile organic compound (?????) dan sejenisnya, karena dapat mengakibatkan gangguan kesehatan kronis (keracunan dan iritasi mata/kulit).

– Pengendalian hama serangga seperti nyamuk, lalat, lipas, rayap, dan tikus.

– Pengamanan dan penyimpanan benda beracun, termasuk limbah cair, padat, dan gas.

Optimalisasi Program Kesehatan Lingkungan Bangunan

Guna pencapaian kesehatan lingkungan bangunan secara total, masyarakat perlu mengikuti Program Kesehatan Lingkungan yang Terpadu. Untuk mendapatkannya, masyarakat dapat menghubungi dan berkonsultasi dengan Departemen/Dinas/Sub Dinas Kimpraswil dan Kesehatan sesuai dengan kebijakan dan peraturan di setiap wilayah tempat tinggal.  Selain itu masyarakat juga dapat menggunakan jasa pelayanan konsultan dari perencana dan kontraktor serta asosiasi bidang terkait di wilayah masing-masing.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Beli, Jual, Sewa Area Balikpapan, Yogyakarta, Bandung, Jakarta Raya

Visiter

Flag Counter

free counters

Pages

December 2016
M T W T F S S
« Jul    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
%d bloggers like this: